This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 03 April 2017

URGENSI BAHASA ARAB DI ERA MODERN






Berbicara tentang Bahasa Arab, benak saya langsung melayang, ingat pada pesan-pesan guru dan senior waktu di Pondok yang sempat mendarat, bahkan masih lengket dalam pikiran. Sering mereka menyampaikan pentingnya Bahasa Arab, karena Bahasa Arab merupakan ‘kunci’ untuk membuka berbagai khazanah literatur Islam dan ilmu pengetahuan lainnya.
 Namun sayangnya, saat ini hanya sedikit kaum muslimin yang mau belajar bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslim tenggelam dalam tujuan dunia yang fana. Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab, karena menganggap tidak banyak hasil duniawi yang bisa diharapkan dengan bahasa Arab. Bahkan saat berada di jazirah Arab pun orang non Arab khususnya orang Indonesia, tidak khawatir lagi jika tidak bisa berbahasa Arab. Karena sudah banyak bahasa lain yang terdengar dalam percakapan sehari-hari semisal bahasa Indonesia, Inggris, dan sebagainya, sehingga bahasa Arab dianggap tidak begitu penting lagi untuk dikuasai. Salah seorang rekan saya pernah berkata: “Sekarang, kalau kita ke Timur Tengah, tidak perlu khawatir lagi jika tidak bisa bahasa Arab, karena di Arab Saudi sekalipun akan banyak kita temukan orang-orang yang berbahasa Indonesia. Jadi tidak bisa bahasa Arab pun tidak masalah”. Padahal, bukan ini sebenarnya tujuan mempelajari bahasa Arab.
Hal di atas senada dengan yang saya hadapi saat mendapat tugas mengajar bahasa Arab di sebuah sekolah.  Seringkali saya mendengar berbagai keluhan dari anak didik. Ada yang mengeluh karena tidak terbiasa berhadapan dengan teks-teks berbahasa Arab, dan ada juga yang menarik napas dalam-dalam saat menerima materi tentang struktur bahasa Arab atau qawa’id. Dalam pola pikir mereka, terpahat kuat bahwa bahasa Arab itu sangat sulit. Menurut hemat saya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan Bahasa Arab dinilai sebagai pelajaran rumit dan kurang menarik. Selain bahasa Arab bukan bahasa keseharian kita, struktur bahasanya juga jauh berbeda dengan bahasa Indonesia dan Inggris, sehingga sulit untuk dipahami. Satu suku kata saja bisa menyandang harkat yang berbeda-beda dari satu kondisi ke keadaan yang lain. Selain itu, sistem pendidikan dan pengajaran bahasa Arab di berbagai institusi pendidikan Islam juga kurang menunjang. Bahkan buku pegangan guru dan siswa di beberapa sekolah kurang menarik dan berbelit-belit, sehingga menimbulkan kebingungan dalam proses belajar mengajar.
Akan tetapi,  permasalahan terbesar yang saya hadapi bukan terletak pada bisa atau tidak bisa, dan paham atau tidak pahamnya siswa terhadap materi bahasa Arab. Hanya saja motivasi untuk belajar Bahasa Arab itu sendiri yang masih lemah. Bahkan bebeberapa siswa mempertanyakan untuk apa mereka belajar bahasa Arab, toh nanti setelah keluar dari SMP mereka akan lanjut ke SMA atau SMK yang kemungkinan besar tidak akan bertemu lagi dengan pelajaran bahasa Arab. Sehingga tidak sedikit anak-anak yang membiarkan diri mereka larut dalam ketidaktahuan bahkan cendrung meremehkan pelajaran Bahasa Arab tersebut. Kenyataan yang seperti ini sungguh sangat menyedihkan.
Meskipun diantara kita ada yang beranggapan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang sulit, bukan berarti bahasa Arab dihindarkan dan ditinggalkan, namun perlu dipelajari dan dipahami. Memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah SWT telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada, sebagaimana firman Allah ta'la  : 
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ"" 
“Sesungguhnya kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya" 
Kitab suci dan pedoman hidup umat Islam seantero jagat raya ini adalah berbahasa Arab, dan diturunkan kepada generasi awal yang bertutur dengan bahasa Arab. Maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Sehingga diyakini bahwa Bahasa Arab adalah jalan utama dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam.
Perlu kita ingat bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang paling banyak menyandang atribut dan memiliki ciri khas yang unik. Diantara ciri khas tersebut adalah keberlimpahan kosa katanya, ketinggian cita rasanya, dan pengaruhnya yang dalam bagi para penggunanya. Ibnu Katsir saat menjelaskan surat Yusuf ayat kedua menyatakan:
لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس
“Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas  (kosakatanya), dan paling banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.”
Selain merupakan bahasa kitab suci al-Qur’an dan Hadis, bahasa Arab adalah bahasa agam dan umat Islam, bahasa resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), bahasa nasional lebih dari 25 negara di kawasan Timur Tengah, dan bahasa warisan sosial budaya (lughah al-turâts).  Disamping itu Bahasa Arab merupakan satu-satunya bahasa di dunia yang masih dan tetap akan dipakai sebagai pemersatu umat Islam di dunia, karena kebanyakan orang Islam identik dengan pembacaan Al-Qur’annya. Dengan itu, umat Islam dituntut untuk memahami bahasa Arab, karena keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab akan mempermudah memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh amalan-amalan kaum muslimin generasi pertama.
Agar Bahasa Arab tidak lagi menakutkan dan dianggap sebagai bahasa yang paling sulit, maka saatnya lah kita mulai belajar dengan motivasi yang tinggi. Walaupun memang disadari bahwa belajar Bahasa Arab dalam pandangan masyarakat kita sekarang bukanlah suatu trend yang kuat.  Ada beberapa tips agar bahasa Arab mudah dikuasai, antara lain: Pertama, ikhlaskan niat terlebih dahulu untuk mempelajari bahasa Arab karena Allah, agar Allah memudahkan dalam memahami dan mengamalkan bahasa Arab, disamping menjadi amal dalam upaya beribadah kepada Allah ta’ala. Kedua, perkaya kosakata bahasa Arab untuk memudahkan kita belajar dan berkomunikasi. Mulailah dengan membuat catatan kecil sebagai buku kosakata dan membeli kamus bahasa Arab yang akan menjadi investasi bagi khazanah pemikiran kita. Ketiga, biasakan diri untuk bergaul dengan bahasa Arab, misalnya dengan banyak membaca Al-Qur’an dan memahami kandungannya, membaca literatur-literatur Islam seperti hadits, tafsir, fiqih, dan lain-lain.  Terakhir, jangan mudah bosan dan menyerah, karena untuk menguasai bahasa Arab butuh usaha yang maksimal. Semoga Allah memudahkan kita untuk mempelajari bahasa Arab, Ihrish ‘ala maa yanfa’uka (semangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu). (Hidayati, MA)

Selasa, 28 Maret 2017

Rumahku surgaku





Teman-teman, belajar bahasa Arab itu sangat menyenangkan lhoo.. dan tidak sesulit yang kita kira. Kali ini mari kita belajar sambil bernyanyi. Rumahku, surga keluargaku.

Rabu, 15 Maret 2017

MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI GERAKAN LITERASI DI SEKOLAH



Setiap Senin dan Jum'at pagi, siswa-siswi SMP IT Nurul Ilmi melaksanakan kegiatan literasi atau gerakan membaca buku di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Gerakan ini juga bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembalajaran sepanjang hayat.
Disamping itu, gerakan literasi merupakan upaya pemerintah melalui kemdikbud untuk menumbuhkan budi pekerti siswa, sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai.  Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Misalnya ensiklopedi, majalah dan novel yang mendidik, sastra, kisah nabi, dan buku pengetahuan lainnya. selain membaca para siswa juga diharapkan untuk memahami isi buku yang mereka baca, kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan berbentuk review. 
SMP IT Nurul ILmi merupakan salah satu sekolah perintis yang melaksanakan kegiatan literasi, yang dikenal  dengan istilah WJLRC (West Java Leadership Reading Challange) atau Perintis Gerakan Membaca Jawa Barat.  Kegiatan ini sudah dimulai sejak semester pertama pada tahun 2016 lalu setiap senin dan Jum'at pagi.  Pada awalnya kegiatan membaca dilakukan di depan kelas atau koridor sekolah. Setelah dilakukan evaluasi dan pembenahan, kegiatan membaca buku sekarang dipusatkan pada satu tempat yaitu di lapangan sekolah. Disini  seluruh siswa dari kelas VII sampai IX duduk bersama-sama membaca buku yang telah mereka bawa dari rumah masing-masing. Dengan ini diharapkan siswa lebih fokus dalam membaca dan tidak banyak bercanda ataupun bermain, karena selain mereka terfokus dalam satu tempat, mereka juga diawasi oleh guru-guru. Dengan demikian, tujuan dari gerakan lterasipun akan tercapai dengan baik.
Dalam hal ini, budaya membaca  memang harus ditumbuhkan sejak dini di lingkungan keluarga, dan dilanjutkan lebih intensif lagi ketika anak memasuki lembaga sekolah. Sehingga upaya pengembangan budaya membaca berlangsung secara berkesinambungan. Bagi generasi muda dan para pelajar, gemar membaca dipastikan berdampak positif terhadap pendidikan mereka, apalagi disadarai bahwa dengan membaca akan mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan, sejarah, dan wawasan umum. Selain itu, kebiasaan membaca mampu memunculkan inspirasi sehingga baik pelajar maupun masyarakat akan dapat membuat karya baru dari berbagai buku yang dibaca.
Mulai sekarang mari tumbuhkan minat baca dalam diri kita masing-masing. Karena membaca adalah pintu untuk mengetahui dan mengembangkan kebudayaan agar mencapai kehidupan yang lebih baik. Bersahabatlah dengan buku, karena buku adalah sebaik-baiknya teman. “Khairu jaliisin fizzamaani kitaabun” (Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku).  (Hidayati)


SAY NO TO GAME ONLINE !




Pagi ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah  liburan semester selama dua minggu. Waktu yang cukup lama bagi siswa untuk merefresh  pikirannya dan berhenti sejenak dari kegiatan sekolah. Tentu liburan yang panjang ini banyak dimanfaatkan oleh para siswa untuk menyalurkan hobi mereka. Kebetulan sekali, materi bahasa Arab kali ini adalah tentang hobi. Bu guru meminta siswa untuk bercerita tentang kegemaran mereka.
"Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang al-hiwaayah, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hobi atau kegemaran. Sekarang coba sebutkan hobi kalian masing-masing!"  Satu persatu siswa mulai bercerita secara bergantian. Ada yang hobinya membaca, jalan-jalan, bernyanyi, menulis, main bola, melukis, dan lain sebagainya. Selain itu, beberapa orang siswa juga antusias menceritakan hobi mereka tentang bermain game. "kalau saya gemar main game buk, apalagi game online." teriak mereka bangga.
Bu Guru tersenyum sejenak, lantas bertanya kepada mereka "apa yang membuat kalian tertarik bermain game online? Tanpa berfikir panjang siswa langsung bercerita mengenai game online, sembari bu Guru menggali informasi dari mereka. Selain merupakan hoby,  menurut  mereka game online adalah permainan yang sangat menarik dan menantang, karena tersedianya fitur-fitur komunitas online yang disana terdapat para pemain game saling berkumpul. Sehingga membentuk jaringan sosial antar sesama pemain game online. Disamping itu, adanya turnamen game online mendorong mereka untuk selalu berusaha dan berfikir keras bagaimana strategi memenangkan permainan, karena kalau menang dapat hadiah sampai milyaran rupiah dan bisa jalan-jalan gratis keluar negri. Itu kata mereka, beberapa siswa yang sempat ditanya.
Tanya jawab singkat tentang game online di atas menarik perhatian bu Guru untuk menjelaskan kepada anak-anak mengenai dampak dan pengaruh game online itu sendiri bagi siswa terutama dalam belajar. "Anak-anakku sekalian, dalam permainan memang ada sisi positif yang bisa kita ambil. Selain menemukan tantangan dan taktik, bermain game juga dapat membangkitkan semangat kalian. Tapi ingat, kalian harus selektif dalam mencari permainan, jangan berlebihan apalagi sampai melalaikan  tugas sebagai pelajar. Ibu akan memaparkan sedikit tentang game online yang kalian senangi itu. Coba dengarkan..
Kita tahu bahwa game online adalah sebuah game via internet dengan menggunakan PC (Personal Computer) atau play station 2  dan sejenisnya.  Game online ini merupakan permainan modern yang sudah menjadi trend untuk masa sekarang dan peminatnya pun banyak dimulai dari anak-anak sampai usia dewasa. Tak heran, permainan game online mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya warnet ataupun game center yang bermunculan bukan hanya dikota-kota besar melainkan juga dikota-kota kecil. Di lingkungan tempat tinggal kita saja misalnya, kalian bisa hitung berapa banyak warnet-warnet yang memfasilitasi game online, yang setiap harinya tidak pernah sepi peminat. Mungkin saja salah seorang dari peminat yang ramai itu adalah beberapa orang diantara kalian.
Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya game online memiliki kecenderungan yang membuat candu pemainnya. Apalagi anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (read-EsEmPe) seperti kalian, sangat mudah terpengaruh oleh game online tersebut, karena di usia SD sampai SMP ini anak-anak sangat suka bergerak dan bermain. Ini dikarenakan dari segi permainannya yang memiliki fitur menarik, berisi gambar-gambar, dan animasi-animasi yang mendorong orang-orang tertarik bermain game. Sebut saja permainan seperti Point blank, Counter Strike, Sepak Bola, Ayo Dance, Farm Ville, The Sim, dan lain-lain, semua game tersebut dirancang khusus agar anak-anak menjadi ingin terus menerus bermain. Selain itu, dalam setiap game ada tantangan yang membuat pecandunya terus merasa tertantang, salah satu sebab yang membuat anak-anak kecanduan untuk bermain game online.
Kalian semua pasti tau akibat yang akan timbul jika kita  sudah candu bermain game online, bu guru melanjutkan penjelasannya. Pada akhirnya, orang yang kecanduan game akan merasa ketergantungan terus menerus dan tidak bisa lepas dari game. Bila tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, ia akan jadi lupa diri dan lupa belajar, bahkan saat belajar pun ia tidak fokus, yang ada malah mengingat-ingat permainan game dan mengatur strategi di kertas untuk memenangkan game. Hal ini yang sering ibu perhatikan dalam tindakan keseharian anak-anak di kelas. Tidak sedikit di antara kalian yang sibuk sendiri tatkala guru menjelaskan pelajaran di depan kelas. Bahkan tidak jarang tugas-tugas yang ibu guru berikan diabaikan begitu saja, kalian lebih memilih untuk mengerjakan hal-hal lain atau ngobrol dan bercanda dengan teman-teman, sehingga menyebabkan kelas tidak kondusif.
Diakhir penjelasan ini bu guru berpesan: “anak-anak, tidak ada larangan untuk bermain, asalkan positif dan tidak mengganggu konsentrasi belajar baik di rumah maupun di sekolah. Alangkah lebih baiknya permainan yang anak-anak pilih itu adalah permainan edukatif yang akan memperkaya wawasan dan pengetahuan. Maka,  jadikan kesenangan kita untuk belajar melebihi kesenangan saat bermain game, fokus dalam belajar sebagaimana fokus saat bermain game,  dan motivasi belajar lebih besar dibanding motivasi bermain game online. Belajarlah, dan galilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal masa depan kelak. Jangan pernah bosan untuk menjadi pribadi yang baik. Salam ilmu, iman, dan amal. (Hidayati)