This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 04 April 2017

RAHASIA SUKSES MENGHADAPI UJIAN

Beberapa waktu yang lalu kita baru saja selesai melaksanakan ujian tengah semester. Tak terasa sekarang kita akan berhadapan lagi dengan ujian-ujian yang lainnya yaitu ulangan harian dan UKK.  Khusus buat kelas IX, beberapa hari lagi akan mengikuti Ujian Sekolah, USBN dan Ujian Nasional. Tentu saja rangkaian ujian yang panjang ini tak ayal membuat pusing kepala seolah-olah ada beban seberat 1 ton di atas kepala..hehehe. Tapi, semua itu jangan dijadikan beban, anggap saja seperti sedang mendaki gunung yang sebentar lagi akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan saat mencapai puncak, kepenatan saat mendaki akan hilang seketika tatkala melihat indahnnya capaian.
Penting kita ingat, bahwa menghadapi ujian merupakan hal yang harus dijalani oleh kita sebagai seorang pelajar karena dengan ujian lah kita bisa mendapatkan nilai yg bisa digunakan untuk kenaikan kelas atau kelulusan di sekolah tempat kita belajar. Prof. Mahmud Yunus dalam bukunya at-Tarbiyah wa at-Ta’lim juz 2 menyebutkan beberapa faedah ujian, diantaranya: a) sarana untuk mengetahui kemampuan ilmiah siswa, b) mendorong siswa untuk mengulangi pelajaran, c) sebagai media bagi guru untuk mengukur batas keberhasilan dan kelemahan dalam mengajar, dan c) proses kenakan kelas dan untuk mendapatkan ijazah. Dari sini dapat dilihat bahwa ujian memiliki beberapa keunggulan yang menjadi alasan untuk diadakannya ujian.
Kemudian, bagaimanakah hendaknya kita dalam mempersiapkan ujian? Banyak jalan yang harus kita tempuh untuk meraih suatu impian, begitu juga dengan ujian banyak cara yang harus kita persiapkan untuk menghadapinya. Tapi yang pasti dan tidak bisa ditawar adalah belajar, karena belajar adalah kewajiban bagi muslim dan muslimah. Sebagaimana hadis Rasulullah :
طلب العلم فريضة على كل مسلم و مسلمة
Nah, kali ini saya akan menyajikan tips-tips untuk menghadapi ujian. Langsung saja yuk kita simak beberapa Tips Rahasia Sukses Mengadapi Ujian.

Tips Pertama
Senantiasalah berdo’a kepada Allah SWT, serta perbanyak zikir dan shalawat. Disamping itu, perlu kita tingkatkan lagi ibadah kita kepada Allah Swt; shalat fardhu dengan khusyu’, melakukan shalat sunnah, puasa sunnah, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Yakinlah, jika kita selalu mendekatkan diri kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya, InsyaAllah Dia pun akan menolong kita. Karena sebagai makhluk Allah, kita memerlukan pertolongan-Nya yang tidak bisa diperoleh dari guru, tema atau orang lain. Karena pertolongan ini hanya dapat diperoleh dari Allah sebagai Dzat Pencipta dengan segala Rahman-Nya. Di dalam Al-Qur’an, Allah telah menyuruh kita untuk selalu berdo’a kepadaNya, sebagaimana  tercantum dalam surah surah Al-Baqarah ayat 183:
وإذا سألك عبادي عنّي فإنّ قريب أجيب دعوة الدّاع إذا دعان فليستجيبوا لي وليؤمنوابي لعلّهم يرشدون
“Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepada engkau (ya Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya aku dekat. Aku memperkenankan do’a orang yang memohon apabila dia berdo’a kepadaku. Maka dengarlah seruan-Ku dan berimalah kepada-Ku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.

Tips Kedua
Setelah mempersiapkan spritual, persiapkan juga intelektual kita dengan cara belajar sungguh-sungguh. Biasakan belajar setiap hari, karena hakikat belajar sesungguhnya bukanlah untuk ujian, tapi untuk menambah pengetahuan. Jika kita belajar secara terus-menerus, ujian pasti akan mudah dilalui meskipun ada ujian mendadak. Tapi sebaliknya, belajar yang dilakukan dengan Sistem Kebut Semalam alias “SKS” tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, karena niat belajar tidak lain adalah untuk ujian, dan materi yang dipelajari pun akan mudah lupa.

Tips ketiga
Belajar dilakukan dengan membaca buku, memahaminya kemudian menghafalnya. Kita bisa memahaminya bila kita membacanya terlebih dahulu dan akan lebih gampang menghapalnya bila kita memahami dahulu. Biasakan saat belajar membuat catatan-catatan kecil tentang materi yang kita pelajari, bisa berupa kesimpulan, rumus-rumus, peta konsep, dan lain-lain. Cara ini memudahkan kita untuk mengingat dan menghapal pelajaran. Kemudian jika selesai belajar bacalah do’a agar apa yang kita pelajari tidak hilang begitu saja, mudah diingat dan selalu bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti do’a berikut ini:
Allahumma Qadistauda’tuka bimaa ta’allamtu fiihi, wa maa qaro’tu fiihi, wamaa hafizhtu fiihi, wamaa fahimtu fiihi, fardudhu ilayya ‘inda haajatii walaa tunsiini fiihi.
Artinya: “Ya Allah, saya titipkan kepada Engkau ilmu yang sudah saya pelajari, yang sudah saya baca, yang sudah saya hafal, dan yang sudah saya pahami. Maka kembalikanlah ilmu itu saat saya membutuhkan dan jangan jadikan saya lupa terhadap ilmu itu”.
Tips Keempat
Pada saat ujian di dalam kelas, selalu mulai ujian dengan berdo’a dan tawakkal kepada Allah. Persiapkan semua peralatan ujian, dan hadapi ujian dengan tenang tanpa terburu-buru. Bacalah soal secara keseluruhan dan jawablah soal yang dianggap mudah terlebih dahulu, kemudian lanjutkan soal ujian yang dianggap susah. Disisa waktu ujian, gunakan untuk mereview jawaban dan melengkapi jawaban yang masih kosong. Jangan gunakan waktu untuk melirik jawaban teman, mengobrol, tidur, mencontek dan membuat gaduh di ruang ujian.
Tips Kelima
Jangan Mencontek! Karena, mencontek itu adalah perbuatan curang dan menipu, sehingga perbuatan tersebut diharamkan. Seperti hadits riwayat Muslim yang mengatakan; ” Barangsiapa (dari kalian) menipu, maka kalian bukan termasuk golongan Kami “ (HR. Muslim).
Alangkah baiknya bila kita bisa mendapatkan motivasi dari diri kita sendiri. “Al-I’timaadu ‘alan nafsi asaasun najah” (bersandar pada diri sendiri adalah kunci keberhasilan).

Tips Keenam
Jika setelah ujian kita mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, maka jadikan hal tersebut sebagai pelajaran agar mempersiapkan ujian dengan belajar yang matang. Tetaplah semangat dan belajar lebih giat lagi, serta selalu berdo’a dan bertawakkal kepada Allah Swt.
Perlu juga kita ingat bahwa untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan ada andil orang tua dan guru di dalamnya. Maka hormatilah orang tua dan guru, agar ilmu yang diperoleh menjadi  berkah. Semoga apa yang kita harapkan dan cita-citakan dalam hidup ini bisa menjadi kenyataan. Sukses setelah berusaha, bermujahadah dan berdo’a. Selamat belajar, selamat menempuh ujian, semoga pertolongan dan perlindungan Allah menyertai kita. Aamiin. Yakusa..Yakin Usaha Sampai. (Hidayati)


Senin, 03 April 2017

URGENSI BAHASA ARAB DI ERA MODERN






Berbicara tentang Bahasa Arab, benak saya langsung melayang, ingat pada pesan-pesan guru dan senior waktu di Pondok yang sempat mendarat, bahkan masih lengket dalam pikiran. Sering mereka menyampaikan pentingnya Bahasa Arab, karena Bahasa Arab merupakan ‘kunci’ untuk membuka berbagai khazanah literatur Islam dan ilmu pengetahuan lainnya.
 Namun sayangnya, saat ini hanya sedikit kaum muslimin yang mau belajar bahasa Arab dengan serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslim tenggelam dalam tujuan dunia yang fana. Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab, karena menganggap tidak banyak hasil duniawi yang bisa diharapkan dengan bahasa Arab. Bahkan saat berada di jazirah Arab pun orang non Arab khususnya orang Indonesia, tidak khawatir lagi jika tidak bisa berbahasa Arab. Karena sudah banyak bahasa lain yang terdengar dalam percakapan sehari-hari semisal bahasa Indonesia, Inggris, dan sebagainya, sehingga bahasa Arab dianggap tidak begitu penting lagi untuk dikuasai. Salah seorang rekan saya pernah berkata: “Sekarang, kalau kita ke Timur Tengah, tidak perlu khawatir lagi jika tidak bisa bahasa Arab, karena di Arab Saudi sekalipun akan banyak kita temukan orang-orang yang berbahasa Indonesia. Jadi tidak bisa bahasa Arab pun tidak masalah”. Padahal, bukan ini sebenarnya tujuan mempelajari bahasa Arab.
Hal di atas senada dengan yang saya hadapi saat mendapat tugas mengajar bahasa Arab di sebuah sekolah.  Seringkali saya mendengar berbagai keluhan dari anak didik. Ada yang mengeluh karena tidak terbiasa berhadapan dengan teks-teks berbahasa Arab, dan ada juga yang menarik napas dalam-dalam saat menerima materi tentang struktur bahasa Arab atau qawa’id. Dalam pola pikir mereka, terpahat kuat bahwa bahasa Arab itu sangat sulit. Menurut hemat saya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan Bahasa Arab dinilai sebagai pelajaran rumit dan kurang menarik. Selain bahasa Arab bukan bahasa keseharian kita, struktur bahasanya juga jauh berbeda dengan bahasa Indonesia dan Inggris, sehingga sulit untuk dipahami. Satu suku kata saja bisa menyandang harkat yang berbeda-beda dari satu kondisi ke keadaan yang lain. Selain itu, sistem pendidikan dan pengajaran bahasa Arab di berbagai institusi pendidikan Islam juga kurang menunjang. Bahkan buku pegangan guru dan siswa di beberapa sekolah kurang menarik dan berbelit-belit, sehingga menimbulkan kebingungan dalam proses belajar mengajar.
Akan tetapi,  permasalahan terbesar yang saya hadapi bukan terletak pada bisa atau tidak bisa, dan paham atau tidak pahamnya siswa terhadap materi bahasa Arab. Hanya saja motivasi untuk belajar Bahasa Arab itu sendiri yang masih lemah. Bahkan bebeberapa siswa mempertanyakan untuk apa mereka belajar bahasa Arab, toh nanti setelah keluar dari SMP mereka akan lanjut ke SMA atau SMK yang kemungkinan besar tidak akan bertemu lagi dengan pelajaran bahasa Arab. Sehingga tidak sedikit anak-anak yang membiarkan diri mereka larut dalam ketidaktahuan bahkan cendrung meremehkan pelajaran Bahasa Arab tersebut. Kenyataan yang seperti ini sungguh sangat menyedihkan.
Meskipun diantara kita ada yang beranggapan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang sulit, bukan berarti bahasa Arab dihindarkan dan ditinggalkan, namun perlu dipelajari dan dipahami. Memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah SWT telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada, sebagaimana firman Allah ta'la  : 
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ"" 
“Sesungguhnya kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab agar kamu memahaminya" 
Kitab suci dan pedoman hidup umat Islam seantero jagat raya ini adalah berbahasa Arab, dan diturunkan kepada generasi awal yang bertutur dengan bahasa Arab. Maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Sehingga diyakini bahwa Bahasa Arab adalah jalan utama dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam.
Perlu kita ingat bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang paling banyak menyandang atribut dan memiliki ciri khas yang unik. Diantara ciri khas tersebut adalah keberlimpahan kosa katanya, ketinggian cita rasanya, dan pengaruhnya yang dalam bagi para penggunanya. Ibnu Katsir saat menjelaskan surat Yusuf ayat kedua menyatakan:
لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس
“Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas  (kosakatanya), dan paling banyak mengandung makna yang menentramkan jiwa.”
Selain merupakan bahasa kitab suci al-Qur’an dan Hadis, bahasa Arab adalah bahasa agam dan umat Islam, bahasa resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), bahasa nasional lebih dari 25 negara di kawasan Timur Tengah, dan bahasa warisan sosial budaya (lughah al-turâts).  Disamping itu Bahasa Arab merupakan satu-satunya bahasa di dunia yang masih dan tetap akan dipakai sebagai pemersatu umat Islam di dunia, karena kebanyakan orang Islam identik dengan pembacaan Al-Qur’annya. Dengan itu, umat Islam dituntut untuk memahami bahasa Arab, karena keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab akan mempermudah memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh amalan-amalan kaum muslimin generasi pertama.
Agar Bahasa Arab tidak lagi menakutkan dan dianggap sebagai bahasa yang paling sulit, maka saatnya lah kita mulai belajar dengan motivasi yang tinggi. Walaupun memang disadari bahwa belajar Bahasa Arab dalam pandangan masyarakat kita sekarang bukanlah suatu trend yang kuat.  Ada beberapa tips agar bahasa Arab mudah dikuasai, antara lain: Pertama, ikhlaskan niat terlebih dahulu untuk mempelajari bahasa Arab karena Allah, agar Allah memudahkan dalam memahami dan mengamalkan bahasa Arab, disamping menjadi amal dalam upaya beribadah kepada Allah ta’ala. Kedua, perkaya kosakata bahasa Arab untuk memudahkan kita belajar dan berkomunikasi. Mulailah dengan membuat catatan kecil sebagai buku kosakata dan membeli kamus bahasa Arab yang akan menjadi investasi bagi khazanah pemikiran kita. Ketiga, biasakan diri untuk bergaul dengan bahasa Arab, misalnya dengan banyak membaca Al-Qur’an dan memahami kandungannya, membaca literatur-literatur Islam seperti hadits, tafsir, fiqih, dan lain-lain.  Terakhir, jangan mudah bosan dan menyerah, karena untuk menguasai bahasa Arab butuh usaha yang maksimal. Semoga Allah memudahkan kita untuk mempelajari bahasa Arab, Ihrish ‘ala maa yanfa’uka (semangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu). (Hidayati, MA)

Selasa, 28 Maret 2017

Rumahku surgaku





Teman-teman, belajar bahasa Arab itu sangat menyenangkan lhoo.. dan tidak sesulit yang kita kira. Kali ini mari kita belajar sambil bernyanyi. Rumahku, surga keluargaku.

Rabu, 15 Maret 2017

MENINGKATKAN MINAT BACA MELALUI GERAKAN LITERASI DI SEKOLAH



Setiap Senin dan Jum'at pagi, siswa-siswi SMP IT Nurul Ilmi melaksanakan kegiatan literasi atau gerakan membaca buku di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Gerakan ini juga bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembalajaran sepanjang hayat.
Disamping itu, gerakan literasi merupakan upaya pemerintah melalui kemdikbud untuk menumbuhkan budi pekerti siswa, sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai.  Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Misalnya ensiklopedi, majalah dan novel yang mendidik, sastra, kisah nabi, dan buku pengetahuan lainnya. selain membaca para siswa juga diharapkan untuk memahami isi buku yang mereka baca, kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan berbentuk review. 
SMP IT Nurul ILmi merupakan salah satu sekolah perintis yang melaksanakan kegiatan literasi, yang dikenal  dengan istilah WJLRC (West Java Leadership Reading Challange) atau Perintis Gerakan Membaca Jawa Barat.  Kegiatan ini sudah dimulai sejak semester pertama pada tahun 2016 lalu setiap senin dan Jum'at pagi.  Pada awalnya kegiatan membaca dilakukan di depan kelas atau koridor sekolah. Setelah dilakukan evaluasi dan pembenahan, kegiatan membaca buku sekarang dipusatkan pada satu tempat yaitu di lapangan sekolah. Disini  seluruh siswa dari kelas VII sampai IX duduk bersama-sama membaca buku yang telah mereka bawa dari rumah masing-masing. Dengan ini diharapkan siswa lebih fokus dalam membaca dan tidak banyak bercanda ataupun bermain, karena selain mereka terfokus dalam satu tempat, mereka juga diawasi oleh guru-guru. Dengan demikian, tujuan dari gerakan lterasipun akan tercapai dengan baik.
Dalam hal ini, budaya membaca  memang harus ditumbuhkan sejak dini di lingkungan keluarga, dan dilanjutkan lebih intensif lagi ketika anak memasuki lembaga sekolah. Sehingga upaya pengembangan budaya membaca berlangsung secara berkesinambungan. Bagi generasi muda dan para pelajar, gemar membaca dipastikan berdampak positif terhadap pendidikan mereka, apalagi disadarai bahwa dengan membaca akan mampu menyerap berbagai ilmu pengetahuan, sejarah, dan wawasan umum. Selain itu, kebiasaan membaca mampu memunculkan inspirasi sehingga baik pelajar maupun masyarakat akan dapat membuat karya baru dari berbagai buku yang dibaca.
Mulai sekarang mari tumbuhkan minat baca dalam diri kita masing-masing. Karena membaca adalah pintu untuk mengetahui dan mengembangkan kebudayaan agar mencapai kehidupan yang lebih baik. Bersahabatlah dengan buku, karena buku adalah sebaik-baiknya teman. “Khairu jaliisin fizzamaani kitaabun” (Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku).  (Hidayati)