This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 Maret 2017

SAY NO TO GAME ONLINE !




Pagi ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah  liburan semester selama dua minggu. Waktu yang cukup lama bagi siswa untuk merefresh  pikirannya dan berhenti sejenak dari kegiatan sekolah. Tentu liburan yang panjang ini banyak dimanfaatkan oleh para siswa untuk menyalurkan hobi mereka. Kebetulan sekali, materi bahasa Arab kali ini adalah tentang hobi. Bu guru meminta siswa untuk bercerita tentang kegemaran mereka.
"Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang al-hiwaayah, dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hobi atau kegemaran. Sekarang coba sebutkan hobi kalian masing-masing!"  Satu persatu siswa mulai bercerita secara bergantian. Ada yang hobinya membaca, jalan-jalan, bernyanyi, menulis, main bola, melukis, dan lain sebagainya. Selain itu, beberapa orang siswa juga antusias menceritakan hobi mereka tentang bermain game. "kalau saya gemar main game buk, apalagi game online." teriak mereka bangga.
Bu Guru tersenyum sejenak, lantas bertanya kepada mereka "apa yang membuat kalian tertarik bermain game online? Tanpa berfikir panjang siswa langsung bercerita mengenai game online, sembari bu Guru menggali informasi dari mereka. Selain merupakan hoby,  menurut  mereka game online adalah permainan yang sangat menarik dan menantang, karena tersedianya fitur-fitur komunitas online yang disana terdapat para pemain game saling berkumpul. Sehingga membentuk jaringan sosial antar sesama pemain game online. Disamping itu, adanya turnamen game online mendorong mereka untuk selalu berusaha dan berfikir keras bagaimana strategi memenangkan permainan, karena kalau menang dapat hadiah sampai milyaran rupiah dan bisa jalan-jalan gratis keluar negri. Itu kata mereka, beberapa siswa yang sempat ditanya.
Tanya jawab singkat tentang game online di atas menarik perhatian bu Guru untuk menjelaskan kepada anak-anak mengenai dampak dan pengaruh game online itu sendiri bagi siswa terutama dalam belajar. "Anak-anakku sekalian, dalam permainan memang ada sisi positif yang bisa kita ambil. Selain menemukan tantangan dan taktik, bermain game juga dapat membangkitkan semangat kalian. Tapi ingat, kalian harus selektif dalam mencari permainan, jangan berlebihan apalagi sampai melalaikan  tugas sebagai pelajar. Ibu akan memaparkan sedikit tentang game online yang kalian senangi itu. Coba dengarkan..
Kita tahu bahwa game online adalah sebuah game via internet dengan menggunakan PC (Personal Computer) atau play station 2  dan sejenisnya.  Game online ini merupakan permainan modern yang sudah menjadi trend untuk masa sekarang dan peminatnya pun banyak dimulai dari anak-anak sampai usia dewasa. Tak heran, permainan game online mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya warnet ataupun game center yang bermunculan bukan hanya dikota-kota besar melainkan juga dikota-kota kecil. Di lingkungan tempat tinggal kita saja misalnya, kalian bisa hitung berapa banyak warnet-warnet yang memfasilitasi game online, yang setiap harinya tidak pernah sepi peminat. Mungkin saja salah seorang dari peminat yang ramai itu adalah beberapa orang diantara kalian.
Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya game online memiliki kecenderungan yang membuat candu pemainnya. Apalagi anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (read-EsEmPe) seperti kalian, sangat mudah terpengaruh oleh game online tersebut, karena di usia SD sampai SMP ini anak-anak sangat suka bergerak dan bermain. Ini dikarenakan dari segi permainannya yang memiliki fitur menarik, berisi gambar-gambar, dan animasi-animasi yang mendorong orang-orang tertarik bermain game. Sebut saja permainan seperti Point blank, Counter Strike, Sepak Bola, Ayo Dance, Farm Ville, The Sim, dan lain-lain, semua game tersebut dirancang khusus agar anak-anak menjadi ingin terus menerus bermain. Selain itu, dalam setiap game ada tantangan yang membuat pecandunya terus merasa tertantang, salah satu sebab yang membuat anak-anak kecanduan untuk bermain game online.
Kalian semua pasti tau akibat yang akan timbul jika kita  sudah candu bermain game online, bu guru melanjutkan penjelasannya. Pada akhirnya, orang yang kecanduan game akan merasa ketergantungan terus menerus dan tidak bisa lepas dari game. Bila tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, ia akan jadi lupa diri dan lupa belajar, bahkan saat belajar pun ia tidak fokus, yang ada malah mengingat-ingat permainan game dan mengatur strategi di kertas untuk memenangkan game. Hal ini yang sering ibu perhatikan dalam tindakan keseharian anak-anak di kelas. Tidak sedikit di antara kalian yang sibuk sendiri tatkala guru menjelaskan pelajaran di depan kelas. Bahkan tidak jarang tugas-tugas yang ibu guru berikan diabaikan begitu saja, kalian lebih memilih untuk mengerjakan hal-hal lain atau ngobrol dan bercanda dengan teman-teman, sehingga menyebabkan kelas tidak kondusif.
Diakhir penjelasan ini bu guru berpesan: “anak-anak, tidak ada larangan untuk bermain, asalkan positif dan tidak mengganggu konsentrasi belajar baik di rumah maupun di sekolah. Alangkah lebih baiknya permainan yang anak-anak pilih itu adalah permainan edukatif yang akan memperkaya wawasan dan pengetahuan. Maka,  jadikan kesenangan kita untuk belajar melebihi kesenangan saat bermain game, fokus dalam belajar sebagaimana fokus saat bermain game,  dan motivasi belajar lebih besar dibanding motivasi bermain game online. Belajarlah, dan galilah ilmu sebanyak-banyaknya untuk bekal masa depan kelak. Jangan pernah bosan untuk menjadi pribadi yang baik. Salam ilmu, iman, dan amal. (Hidayati)

PENTINGNYA AKHLAK DALAM MENUTUT ILMU


By : Hidayati

Akhir-akhir ini masalah akhlak sering diabaikan, terutama dalam mencari ilmu. Di lingkungan sekolah misalanya, salah satu hal yang menjadi sorotan utama yaitu adab murid kepada guru. Penghormatan murid kepada guru dianggap sebagai hal yang bukan acuan utama, sehingga tidak sedikit murid yang meremehkan guru. Padahal seorang penuntut ilmu haruslah meghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. kemudian mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak mulia sebagai teladan diri sendiri dan orang lain. Kini saatnya kita kembali mendulang adab-adab mencari yang telah dicontohkan oleh para ulama, sehingga ilmu dapat memberi manfaat baik pada tataran duniawi maupun ukhrawi.
Dalam artikel ini  saya akan paparkan, sekurang-kurangnya ada tiga adab bagi pencari ilmu. Pertama, menyucikan hati dari segala pelanggaran-pelanggaran dan maksiat. Sebelum belajar hendaknya setiap siswa atau murid memeriksa kembali kondisi hati, membersihkan hati dari dosa kecil maupun besar. Dalam masalah dunia saja seseorang perlu membersihkan wadah yang kotor sebelum digunakan. Sebagai contoh, piring yang kotor harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum diisi dengan nasi atau makanan yang lainnya. Apalagi ilmu sebagai bekal dunia dan akhirat. Bagaimana bisa diletakkan di dalam hati yang kotor? Mengutip sebuah mahfuzhat, dikatakan bahwa ilmu itu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak akan ditunjukkan kepada orang-orang yang bermaksiat.
نور ونور الله لا يهدى للعاصى العلم
Maka saatnyalah para penuntut ilmu membersihkan hati mereka agar tidak merugi. Karena ilmu tidak terletak pada raport, ijazah dan gelar akademik semata, tapi ilmu yang sesungguhnya ada pada manfaat dan amalan dalam kehidupan. sebaliknya, kalau hati tidak bersih maka manfaat dari ilmu itu tidak didapat sehingga tidak berbekas dalam amalan sehari -hari. Ibarat pohon yang tidak berbuah, tidak banyak memberi manfaat. Berbeda dengan pohon yang berbuah, memberi manfaat kepada banyak orang sehingga dicari-cari dan bernilai mahal. Al-'Ilmu bi laa 'amalin ka al-syajari bilaa tsamarin".
Kedua, adalah ikhlas. Setiap pelajar harus mengikhlaskan niatnya terlebih dahulu untuk mencari ilmu karena Allah Swt. " Kesekolah apa yang dicari ??". Pertanyaan ini perlu diinsyafi kembali oleh setiap pelajar. Datang ke sekolah untuk apa? mencari apa? Apakah untuk mencari enaknya saja atau mencari teman?. Kalau jawabannya adalah "untuk mencari ilmu dan pendidikan", maka ini adalah jawaban yang tepat. Dengan demikian, setiap pelajar harus siap dididik, siap dibina, patuh kepada guru dan setiap peraturan yang ada di sekolah. Sehingga tidak ada lagi pelajar yang malas belajar, malas masuk kelas, bahkan malas ke sekolah.
Adab yang ketiga adalah tawadhu' dan rendah hati. Umar bin Khattab berkata:
تواضعوا لمن تعلّمون منه
"tawadhu'lah kalian terhadap orang yang mengajari kalian".
Mengenai hal ini, saya teringat sebuah kisah tentang seorang bijak yang sedang mengajari muridnya kerendahan hati ala seorang pembelajar. Dalam kisah itu, sang bijak berkata, "tolong tuangkan air diteko itu ke dalam gelasku wahai muridku." Dengan sigap sigap muridnya menyambut. diangkatnya teko itu lalu disodorkan kemulut gelas yang dipegang sang guru. Ketika air keluar dari teko, sang guru menggeser letak gelasnya hingga posisinya lebih tinggi dari mulut teko. Bertumpahanlah air itu di atas lantai yang menjadi basah karenanya. Si murid kaget dan minta maaf dengan berkata gugup. Lalu tangannya kembali menggerakkan teko dan menuangkan air ke dalam gelas sang guru. Lagi-lagi guru tersebut mengangkat gelasnya itu menjadi lebih tinggi, sehingga air kembali tumpah ke lantai.
Untuk kejadian pertama, si murid dengan mudah bisa memakluminya. ketika hal itu terjadi berulang kali, kesabarannya sudah habis. Dia berbalik  membelakangi gurunya, lalu segera pergi dari situ. Langkah perginya terhenti oleh suara sang guru. "Itulah kenapa, setiap orang yang ingin belajar harus bersedia menurunkan ketinggian hatinya.."
Dari sepenggal kisah di atas dapat diambil pelajaran bahwa seseorang tidak akan pernah bisa belajar jika masih membiarkan dirinya tenggelam dalam sikap tinggi hati. Siapapun gurunya, apapun metode dan bagaimanapun cara yang dipakai untuk mengajar, siswa tidak akan mendapatkan apa-apa karena dengan ketinggian hati, setiap pelajaran yang diberikan guru hanya menjadi tertumpah-tumpah. Jika kita seorang murid maka inilah saatnya untuk melihat setinggi apakah kita meletakkan hati ini?. Boleh saja seseorang berpendidikan formal lebih tinggi, bisa saja uangnya lebih melimpah ruah. Namun, jika tidak memiliki kerendahan hati, seseorang tidak akan pernah bisa mendapat pelajaran dari orang yang dianggap rendah.
Jika seorang pelajar bersikukuh menganggap diri lebih pintar dari guru yang akan  mengajarinya, sebaiknya tidak usah belajar. karena ketinggian hati dan kesombongan seorang murid akan menghalangi masuknya ilmu ke dalam gelas pembelajarannya. Hal ini senada dengan pendapat DR Usman As-Sufyan yang mengatakan : " Jika seorang murid berakhlak buruk kepada gurunya maka akan menimbulkan dampak yang buruk pula, yaitu hilangnya berkah dari ilmu yang di dapat dan tentunya tidak dapat mengamalkan ilmu tersebut." Maka saatnyalah seorang murid tawadhu' dan tidak sombong terhadap gurunya agar ilmu yang diberikan dapat dicerna dan diamalkan.
Demikianlah adab yang harus diperhatikan oleh setiap pelajar sebagaimana dijelaskan di atas. Ketiga adab tersebut memang kelihatannya kecil, tapi kadang sulit untuk dilakukan, kecuali bagi orang yang benar-benar sadar arti belajar yang sesungguhnya. Semoga kita selalu diberkahi Allah SWT dalam setiap langkah mencari ilmu dan keridhoan-Nya, serta dapat mengamalkan setiap ilmu yang kita dapat. Sehingga bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Khairunnaasi ahsanuhum khuluqan wa anfa'uhum linnaasi. "Sebaik-baik manusia itu adalah yang terbaik budi pekertinya (akhlaknya) dan lebih bermanfaat bagi manusia.